Melalui Perkumpulan Kecil Perempuan Papua Bangkit Untuk Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan Papua Dalam Segala Aspek Kehidupan



SPP/ Kel. Diskusi  / Jakarta/29/04/2017

SPP- Jakarta 29/april /2O17;  Sauara Perempuan Papua adalah salah satu  wadah perempuan Papua yang mana perempuan Papua sendiri tergerak hati untuk mempersatukan perempuan Papua tanpa melihat suku, agama, ras, dan lain sebagainya .

 Karena melihat dari bagimana perempuan Papua ,lebih khususnya mahasiswa Sejawa Bali  jalan ,masing-masing dan tidak saling mengenal ,maka tujuan suara perempuan Papua adalah mempersatukan perempuan Papua .

Ada Dua Topik FILM Yaitu:
1. Surat Cinta Kepada Sang Prada
2. Pasar Mama-mama Papua
Agenda pertama dan kedua kami lakukan pemutaran film, lalu diskusi lepas bersama beberapa teman-teman yang  hadir  dalam diskusi ini,bagaimana kisah ini diceritrakan bahwa perlakuan TNI POLRI di tanah Papua yang melakukan diskriminasi  atau kekerasan  secara fisik dan non fisik ,terlebih lagi dalam film ini menceritrakan bahwa perempuan papua asal timika yang bernama Etty kesusahan karena di tinggalkn dari kekasihnya Samsul mantan TNI di Timika Papua,sama halnya banyak di daerah –daerah kita di papua perempuan selalu menjadi korban kekerasan oleh TNI  Polri,perempuan di jadikan alat pemuas laki-laki menghilangkan napsu.
Diskriminasi terhadap perempuan papua bukan hanya dari TNI Polri namun kami orang papua sendirri yang kadang kurang ada kesadaran sehingga gampang sekali di goda,di hamili lalu di tinggalkan begitu saja.
Pada jaman kepemimpina soeharto kekerasan terhadap perempuan papua begitu sadis dan tidak terhitungkan,sampai dengan jaman masuknya foedal, sampai sekarang jaman kapitakis kekerasan sangat jelas di lakukan secara struktrual oleh Indonesia untuk tanah papua ,kepentingannya untuk memusnakan orang papua,karena perempuan diistilahkan sebagai emas atau tanah yang berharga karena mendatangkan banyak generasi-generasi di tanah papua ,untuk itu bagaimana perempuan papua sendiri harus bersatu dan melawan ketidakadilan ini dengan cara banyak membuka peluang untuk diskusi,dan saling memberikan pemahaman antara kita supaya kitapun tau dan sadar apa yang di lakukan oleh inonesia terhadap perempuan papua untuk memusnakan orang papua,

Agenda kedua lebih membicarakn tentang krisis ekonomi yang terjadi di tanah papua lebih khususnya  untuk mama –mama papua yang berjualan di pasar ,dalam pemutaran film ini  bagaimana pemerintah setempat tidak memperhatikan mama=mama papua,walaupun di kasih tempat untuk berjualan namun belum ada control oleh pemerintah sendiri di lokasi supaya mama –mama papua juga bisa jual bely barang dari hasil Bumi dengan puas,tetapi kenyataanya pemerintah setempat tinggalkan begitu saja,sehingga mama-mama papua sering di gusur oleh orang non papua,berjualan di tempat yang kurang layak seperti contoh kasus di wamena mama-mama papua jualan di pinggiran kios orang Non papua,di pinggiran jalan, sampai dengan di tempat sampah.

dalam diskusi ini dihadiri oleh beberapa perwakilan perempuan yang ada dalam suatu gerakan pembebasan perempuan di indonesia. seperti kawan Dara (Flower Aceh) dan Kawan Dolie (LEPEMAWIL Timika).  
dalam diskusi ini mereka juga menyatakan bahwa indonesia sudah sevara rapih menyusun program penindasan bagi seluruh perempuan indonesia. seperti halnya yang dirasakan Papua saat ini pun perna dialami oleh kaum perempuan di aceh kata salah seorang kawan (Dara). 

Maka yang harus dilakukan oleh perempuan Papua saat ini adalah dengan membangun Penyadaran berbasis Kontekstual, dalam hal ini menyangkut suku, basis, komunitas, dll.
agar terciptanya suatu Penyadaran diri secara pribadi, keluarga, dan lingkungan  yang luas. untuk perempuan Papua itu sendiri.

Penulis: Dabige Ice
Editor: Helena-K89





Posting Komentar

0 Komentar